Sosialisasi Pengolahan Logam Bekas Menjadi Kriya Modern Berkelanjutan, Tema : Menuju Ekonomi Sirkular dan Inovasi Berbasis Logam di Era Industri Kreatif



Makassar, 18 Oktober 2025 — Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Metalurgi Universitas Hasanuddin sukses menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Pengolahan Logam Bekas Menjadi Kriya Modern Berkelanjutan”, yang berlangsung di Aula Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Kegiatan ini mengusung tema “Menuju Ekonomi Sirkular dan Inovasi Berbasis Logam di Era Industri Kreatif”, dan merupakan bagian dari program nasional IN-SAINTEK, di bawah payung besar Program SEMESTA yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek).
Program IN-SAINTEK (Inovasi Sains dan Teknologi Kemasyarakatan) bertujuan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam diseminasi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan meningkatnya literasi sains, keterlibatan publik, serta minat generasi muda terhadap karier di bidang sains dan teknologi, terutama dalam pengembangan pusat sains dan teknologi kemasyarakatan, serta penyelenggaraan demo teknologi, lokakarya, dan proyek kolaboratif. Dalam pelaksanaannya, Puslitbang Metalurgi Universitas Hasanuddin dipercaya sebagai penyelenggara utama program IN-SAINTEK bidang metalurgi, di bawah kepemimpinan Dr. Eng. Lukmanul Hakim Arma, S.T., M.T. selaku Ketua Puslitbang.
Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Borong, Dedy Kurniawan, S.IP, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif antara perguruan tinggi dan komunitas pengrajin dalam memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis sains dan teknologi. Materi utama dibawakan oleh Muhammad Rusmin, S.T., M.Si, selaku Ketua UPT Logam Provinsi Sulawesi Selatan, yang memberikan paparan inspiratif tentang pengolahan logam bekas menjadi kriya modern bernilai tinggi melalui pendekatan teknologi tepat guna dan prinsip ekonomi sirkular.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengrajin emas tradisional dari Kecamatan Manggala, yang telah menekuni profesi tersebut secara turun-temurun sejak tahun 1950-an dan kini telah memasuki generasi ketiga. Diskusi interaktif antara peserta dan narasumber menunjukkan sinergi positif antara kearifan lokal pengrajin tradisional dan inovasi metalurgi modern yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi ini, Puslitbang Metalurgi UNHAS akan menggelar Pelatihan Kriya Logam pada Sabtu, 25 Oktober 2025, yang menghadirkan pelatih khusus dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para peserta dalam mengolah logam bekas menjadi karya kriya modern berorientasi pada keberlanjutan dan nilai estetika.
Melalui kegiatan berkelanjutan ini, Puslitbang Metalurgi Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk terus menghubungkan dunia akademik dengan masyarakat, memperkuat literasi saintek, serta mendorong pemanfaatan hasil riset metalurgi sebagai solusi inovatif bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.